Wujudkan Ketahanan Pangan, Musim Tanam 2 Digulirkan READSI dan Petani Kupang

JAKARTA – Pertanian maju, mandiri, dan modern tidak mengenal jeda musim tanam panjang. Implementasi teknologi dan kompetensi sumber daya manusia (SDM) menjadikan lahan pertanian tetap produktif. Tetap menghasilkan kuantitas dan kualitas produk pertanian sekaligus. Apalagi, konsep tersebut diperkuat Rural Empowerment Agricultural and Development Scaling Up Initiative (READSI) Kementan.

“Kementan harus memastikan 34 provinsi memiliki katahanan pangan kuat. Sesuai arahan langsung Presiden, ketahanan pangan nasional harus dikawal. Pertanian bisa menjadi sektor yang memberi dampak positif bagi kepentingan nasional,” ungkap Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL).

Salah satu zonasi READSI berada di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Mesin pertanian di Kupang terus produktif. Setelah jeda sebentar, pertanian Kupang bersiap memasuki musim tanam 2. Komoditasnya padi. Salah satu spotnya berada di Netemnanu Selatan, Amfoang Timur, Kabupaten Kupang. Aktivitas pertanian tersebut dikembangkan oleh Kelompok Tani Bitiluan.

“Kegiatan pertanian harus dilakukan kontinyu agar stok pangan aman. Sejauh ini, kegiatan pertanian di zonasi READSI Kementan berjalan sangat positif. Sebab, program ini riil memberikan kesejahteraan kepada petani,” jelas SYL lagi.

Membangun ketahanan pangan melalui optimalisasi produksi musim tanam 2, pertanian Kupang memang produktif. Aktivitas pertanian di sana memiliki slot 57% dari total kegiatan ekonomi. Nilainya mencapai Rp616,3 Miliar. Tanaman unggulannya seperti padi dan kacang tanah. Kupang bahkan menjadi salah satu lumbung padi di NTT. Hal ini tidak lepas dari potensi SDM yang 85% penduduk usia kerja di bidang ini.

“Ketahanan pangan harus dikawal dan diimplementasikan. Untuk itu, pertanyaa an harus kuat. Mampu menjadi penggerak ekonomi. Tidak bisa dikesampingkan Kerjasama Pemerintah Pusat sampai level desa sangat penting, pertanian harus maju terus,” terang Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi.

Mengimplementasikan program READSI Kementan, Kelompok Tani Bitiluan bergabung sejak 2019. Mereka saat ini sedang mempersiapkan perawatan lahan untuk musim tanam 2. Adapun luas lahannya mencapai 2 hektar. Untuk usia tanaman yang sudah ditanam berumur 2 pekan. Treatment perawatannya diberikan dengan menyemprotkan pupuk dan cairan pencegah hama pada tanaman padi.

“READSI memberikan peluang kepada pertanian untuk terus maju dan berkembang. Sebab, READSI memberikan potensi kesejahteraan yang besar. Kami juga siapkan pendampingan kepada petani, termasuk peningkatan kompetensi SDM pertaniannya,” kata Dedi lagi.

READSI Kementan merupakan program Badan PPSDMP Kementan yang menyasar petani di 6 Provinsi dan 18 kabupaten. Selain NTT, sebaran READSI juga berada di Kalimantan Barat, Gorontalo, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Tenggara. Tujuan utamanya meningkatkan kesejahteraan petani, pemberdayaan perempuan, dan perbaikan gizi keluarga.

“Harapan kita semua tentunya ada peningkatan hasil produksi. Agar petani jadi lebih semangat dalam menerapkan Good Agriculture Practice pada lahannya. Semoga dapat memotivasi petani lainnya,” tegas Fasilitator Desa Santy Nenoufa.(*)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>