Petani Aceh Timur Diajak Memanfaatkan Asuransi

ACEH TIMUR – Kementerian Pertanian mengajak para petani di Aceh Timur untuk memanfaatkan asuransi pertanian. Terlebih setelah sekitar tujuh ribu hektar lebih padi petani di Aceh Timur gagal panen, atau puso, akibat terendam banjir awal Desember 2020 lalu.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan, petani harus menjaga lahan dari ancaman yang bisa menyebabkan gagal panen.

“Pertanian sangat rentan terhadap sejumlah kendala. Seperti perubahan iklim, cuaca ekstrim, bencana alam, termasuk juga serangan hama seperti hama wereng, ulat, tikus, dan serangan hama lainnya. Asuransi bisa menjaga lahan dari semua ancaman itu. Jika ada yang gagal panen, klaim asuransi bisa dimanfaatkan untuk tanam kembali,” tutur Mentan SYL, Jumat (25/12/2020).

Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan Sarwo Edhy mengatakan, petani yang belum memahami program asuransi bisa bergabung dengan kelompok tani.

“Untuk mempermudah proses asuransi, petani bisa bergabung dengan kelompok tani. Di sana ada informasi yang bisa didapat seputar keuntungan mengikuti asuransi,” terang Sarwo Edhy.

Ditambahkannya, kelompok tani juga bisa membantu proses pendaftaran petani yang ingin mengikuti asuransi.

“Proses pendaftaran asuransi melalui kelompok tani lebih cepat dan mudah. Jadi kita sarankan petani yang ingin memanfaatkan asuransi untuk bergabung dengan kelompok tani,” tuturnya.

Untuk menjaga lahan, petani di Aceh Timur bisa memanfaatkan Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP). Nilai pertanggungan sebesar Rp 6.000.000/Ha/MT.

“Petani dijamin tidak akan merugi karena lahan sudah ter-cover asuransi. Selain itu, pemerintah juga memberikan subsidi untuk asuransi pertanian sehingga premi yang dibayarkan menjadi jauh lebih murah,” katanya.

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Aceh Timur, Muhammad Mahdi, mengatakan kerugian petani akibat gagal panen mencapai Rp 36 miliar.

Terkait hal ini katanya, sudah dilaporkan ke BPBD Aceh Timur, Dinas Pertanian dan Perkebunan provinsi Aceh, dan Kementerian Pertanian Pusat.

“Mereka (tim dari Kementerian) sudah turun untuk melihat padi petani yang gagal panen karena banjir. Selain padi, puluhan hektar jagung juga gagal panen dan pihak kementerian berjanji akan membantu bibit padi dan jagung kepada untuk tanam baru,” jelas Mahdi.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>