Paket Wisata ke Borobudur Diperkuat dengan Storytelling

MAGELANG – Paket wisata ke Borobudur akan semakin oke. Ada storytelling yang siap melengkapi. Sebelum melepasnya ke pasaran, Kementerian Pariwisata bersama Tim Storytelling UGM akan melakukan uji produk hasil pengembangan Heritage Tourism dari kumpulan Storytelling Borobudur. Salah satunya dengan menggelar Focus Group Discussion (FGD), Penguatan Storytelling Pada Paket Wisata di kawasan Candi Borobudur. Kegiatan akan digelar 7-10 Agustus 2019, di Magelang.

FGD akan menghadirkan sejumlah narasumber. Seperti Penyusun Storytelling Legenda Borobudur Hendrie Adji Kusworo, Ketua TPP Wisata Sejarah Religi Tradisi Seni dan Budaya Tendi Nuralam, Agni Malagina TPP Wisata Sejarah Religi Tradisi Seni dan Budaya.

Ketua TPP Wisata Sejarah Religi Tradisi Seni dan Budaya Tendi Nuralam mengatakan, output FGD adalah menghadirkan pilihan paket wisata. Dan ini bisa dimanfaatkan pemangku kepentingan. Seperti Tour Guide, Travel Agent dan komunitas dalam pelaksanaan pariwisata.

“Kawasan Candi Borobudur memiliki kekayaan narasi yang selama ini terpendam. Menghidupkan narasi Borobudur melalui paket wisata, merupakan upaya penting dalam proses pengelolaan destinasi pariwisata. Ada juga pelestarian warisan budaya, serta dapat merawat nilai-nilai kemanusiaan dan peradaban,” jelas Tendi, Minggu (4/8).

Ditambahkannya, dalam FGD nanti akan diperlihatkan jika Thematic Travel sangat penting. Wisatawan dengan motivasi budaya, akan mencari destinasi dengan narasi-narasi.

“Pengalaman wisata yang tak terlupakan, spektakuler dan selalu terkenang. Merupakan tantangan untuk mendorong pengelolaan, yang tidak berorientasi pada sisi kuatitatif dengan jumlah kunjungan wisatawan semata. Namun juga mengembangkan nilai yang mampu menjaga dan merawat destinasi,” jelasnya.

Deputi Bidang Pengembangan Industri dan Kelembagaan Kemenpar Ni Wayan Giri Adnyani mengatakan, FGD ini juga mencari cara mengembangkan, merawat dan menjaga destinasi. Khususnya pada area wisata pada situs warisan dunia.

“Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah penyaluran cerita atau narasi yang tersimpan sebagai objek wisata tersebut. Borobudur terkenal sebagai candi Buddha terbesar di dunia. mendapatkan pengakuan UNESCO sebagai warisan dunia kriteria budaya,” tuturnya.

Asdep Pengembangan Wisata Budaya Kemenpar Oneng Setya Harini menambahkan, menghidupkan narasi Borobudur merupakan hal penting. Karena, hal itu menjadi bagian dalam proses perkembangan pariwisata di Indonesia. Ini juga sebagai upaya untuk melestarikan warisan budaya dan lebih lanjut merawat kemanusiaan dan peradaban.

“Narasi yang berlimpah di Borobudur perlu untuk dihamparkan kembali melalui cerita yang dikelola untuk memaksimalkan pengalaman wisatawan. Sehingga dalam hal ini, narasi tidak lagi hanya bersifat informatif tetapi berperan lebih aktif dalam pengembangan pengetahuan individu, narasi bersifat edukatif, menghibur, serat nilai dan men-transport emosi pendengarnya, sebuah legenda,” tuturnya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menjelaskan, dengan menggelar Focus Group Discussion (FGD), Penguatan Storytelling Pada Paket Wisata di kawasan Candi Borobudur. Akan menambah wawasan wisatawan tentang sejarah, religi, Tradisi, seni dan budaya di Candi Borobudur.

“Indonesia sebagai mempunyai keberagaman budaya yang sangat luar biasa. Sudah saat nya mempunyai produk wisata berupa budaya (culture rute) atau jejak warisan budaya (heritage trail) dengan narasi yang terencana. Pengembangan narasi storytelling, pengembangan helitage tourism, menjadi terobosan penting untuk mendorong jalur budaya dan jejak warisan budaya. Sebagai produk wisata berbasis buday. Mampu menawarkan pengalaman budaya yang luar biasa bagi wisatawan global,” tutur Menteri Pariwisata Arief Yahya.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>