Mahasiswa Poltekpar Medan Dikenalkan Dunia Start Up

MEDAN – Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Medan membekali mahasiswa untuk memasuki dunia Start Up lewat workshop. Bisnis Start Up saat ini menjadi sangat trending di Indonesia, terutama di kalangan para anak muda.

Start Up adalah sebuah perusahaan rintisan, umumnya disebut start up (atau ejaan lain yaitu start-up), merujuk pada semua perusahaan yang belum lama beroperasi.

Melalui Unit Inkubator Bisnis dan Bursa Kerja, Poltekpar Medan melaksanakan Workshop dengan tema “Build Your Dream Start Up”. Workshop pertama berlangsung 6 September 2019.

Direktur Poltekpar Medan Anwari Masatip mengatakan, pihaknya menyadari bahwa hal ini sangat penting untuk di bekalkan kepada para mahasiswa. Mengingat kewirausahaan telah menjadi bagian dalam kurikulum pendidikan di kampus.

“Mahasiswa harus memiliki jiwa kewirausahaan, ini merupakan salah satu tanatangan yang harus dijawab oleh Poltekpar Medan. Tidak hanya menyiapkan SDM siap pakai, tapi poltekpar medan juga harus menyiapkan SDM yang bisa menciptakan lapangan kerja bagi orang lain,” ujar Anwari Masatip, Kamis (6/9).

Dijelaskannya, bisnis Start Up saat ini adalah salah satu bisnis yang baru berkembang. Bisnis Start Up ini lebih identik bisnis yang berbau teknologi, web, internet dan yang berhubungan dengan ranah tersebut.

Semua itu sangat cocok untuk kaum milenial saat ini,” tambahnya.

Workshop ini diikuti 70 mahasiswa Prodi Manajemen Usaha Perjalanan. Workshop ini akan terus dilaksanakan secara berkala untuk mahasiswa Poltekpar Medan dari setiap prodi berbeda.

Deputi Bidang Pengembangan Industri dan Kelembagaan Kementerian Pariwisata, Ni Wayan Giri Adnyani mengatakan, untuk di Indonesia sendiri perkembangannya bisnis start up cukup bagus dan mengembirakan.

“Setiap tahun banyak founder-founder (pemilik) Startup baru bermunculan di indonesia. Potensi pengguna internet Indonesia yang semakin naik dari tahun ke tahun tentunya merupakan suatu lahan basah untuk mendirikan sebuah Startup” kata Giri.

“Saya mendukung langkah Poltekpar Medan untuk pelaksanaan workshop ini. Para mahasiswa harus mengetahui dan memperoleh pengetahuan terkait bisnis start up. Selain menjadi SDM yang siap pakai mereka nantinya dapat menjadi penyedia lapangan pekerjaan juga,” tambahnya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, mahasiswa memang perlu diberikan pembekalan ilmu entrepreneurship. Mahasiswa harus daoat pengarahan untuk membangun mimpi dalam membuka usaha/bisnisnya sendiri melalui start up bisnis.

“Keberhasilan harus direncanakan. Kita harus tahu langkah-langkah apa yang harus dilakukan. Menurut saya Poltekpar Medan telah melakukan langkah yang tepat untuk menciptakan mahasiswa yang memiliki kemampuan wirausaha. Selain kurikulum, mahasiswa juga dibekali dengan kegiatan-kegiatan untuk menambah pengetahuan wirausaha,” jelas Menpar Arief Yahya.

Kedepannya, diharapkan mereka mampu untuk membuka usaha khususnya untuk mendukung Pariwisata Danau Toba. Mengingat mereka sangat dekat dengan Kawasan Super Prioritas Danau Toba.

“Lulusan Poltekpar Medan harus punya peran dalam mengembangkan destinasi Danau Toba. Karena termasuk dalam wilayahnya,” pungkas Menpar Arief Yahya.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>