Ma’aruf Amin dan Arief Yahya Siap Genjot Wisata Religi

SERANG – Wakil Presiden RI Terpilih KH. Ma’aruf Amin dan Menteri Pariwisata Arief Yahya sepakat tingkatkan kualitas wisata halal di Indonesia. Hal ini terungkap saat keduanya menghadiri Sarasehan Pengembangan Wisata Religi di Pesantren An Nawawi Tanara, Serang Banten, Jumat (28/6).

Sarasehan diikuti oleh 150 santri, guru pondok pesantren, dan warga di sekitar Tanara. Acara sarasehan tersebut diadakan bersamaan dengan Haul Al Maghfurlah Syaikh Nawawi Al Bantani ke-126.

Ma’aruf Amin mengapresiasi langkah Kementerian Pariwisata (Kemenpar) dalam mengembangkan wisata halal Indonesia. Dia pun setuju dengan langkah atau program yang dicanangkan Menpar Arief Yahya.

“Semoga pedomannya segara ada dan dapat mempercepat pertumbuhan wisata Indonesia. Kita harap wisata halal Indonesia dapat menjadi yang terbaik di dunia,” ujar Ma’ruf Amin.

Ma’aruf Amin menilai, pelayanan terbaik sebaiknya selalu diberikan kepada wisatawan. Salah satu upayanya dapat dilakukan dengan menghadirkan layanan berstandar halal.

“Kita jangan hanya mengandalkan halal dan status mayoritas muslim saja. Tapi kalau tidak bisa memberikan pelayanan terbaik, wisatawan tidak mau datang,” kata Ma’ruf Amin.

Label halal yang diberikan, lanjut Ma’aruf Amin, merupakan penyempurna dan berfungsi sebagai nilai tambah. Hal tersebut juga harus diimbangi dengan sejumlah perbaikan seperti dalam bidang regulasi dan kelembagaan.

“Saya kira yang sedang dilakukan saat ini sudah terlihat arahnya tepat. Tinggal regulasi dan kelembagaannya yang harus diperbaiki agar bisa mendukung maksimal,” ujarnya.

Sarasehan ini merupakan salah satu bentuk implementasi Quick Wins yang disampaikan Menpar Arief Yahya pada kunjungan ke Kab. Serang, 29 Mei 2019.

Dalam sambutannya, Menpar Arief Yahya menyampaikan 3 hal utama komitmen untuk pengembangan wisata Serang. Yaitu Masterplan Pengembangan Wisata Religi di Serang, implementasi kebijakan pengembangan SDM pariwisata, Dan pengembangan Wisata Tirta di Kalimati.

“Tindaklanjut ini akan selesai pada 29 Agustus 2019. Semua akan bekerja sama mewujudkannya,” ujar Menpar Arief Yahya.

Kemenpar juga segera menyusun dan menyiapkan pedoman wisata halal. Pedoman ini akan menjadi panduan bagi pengembangan pariwisata berstandar halal sehingga dapat mengakselerasi pertumbuhan wisata halal di Indonesia.

Menpar Arief Yahya mengatakan, pihaknya optimistis panduan yang akan disusun tersebut akan berperan dalam mempercepat pertumbuhan wisata halal di Indonesia. Pedoman wisata halal sendiri akan meliputi empat bidang. Yaitu destinasi, pemasaran, industri, dan kelembagaan.

“Kita mengacu pada standar terbaik wisata dunia. Kita harus mengikuti strategi umum seperti pelayanan dan harga terbaik dan berlaku di dunia,” ujar Menpar Arief Yahya.

Mengenai standar layanan pariwisata, Menpar menjelaskan pentingnya sertifikasi pariwisata halal bagi pelaku dan produk pariwisata. Sertifikasi dapat dijadikan sebagai jaminan halal bagi produk pariwisata yang diproduksi oleh para pengusaha.

“Untuk langkah awal ada empat bidang usaha yang akan disertifikasi. Yakni kuliner, hotel, biro perjalanan, dan spa. Sebaiknya para pelaku usaha tidak ragu untuk melakukan sertifikasi bagi bidang usahanya karena dengan demikian ada jaminan produknya halal dan sesuai dengan standar,” kata pria asal Banyuwangi ini.

Potensi pawisata halal di Indonesia dinilainya besar namun pencapaiannya belum optimal. Belum banyak daerah yang menjadikan wisata halal sebagai ciri khas wisata. Salah satu daerah yang sudah menerapkan wisata halal yakni Lombok.

“Kita masyarakat Indonesia dengan mayoritas penduduk beragama Islam. Terkadang ada anggapan pelaksanaan sertifikasi tidak berguna, padahal di situlah kita menerapkan standar yang juga mendorong pihak lain untuk meningkatkan kualitas secara bersamaan,” sebut Menpar Arief Yahya.

Di Indonesia, prosentase kedatangan wisman halal mencapai 20% dan akan terus didorong untuk meningkat. Sementara kalau dibandingkan dengan negara tetangga, yakni Singapura, angka kedatangan wisman halalnya lebih dari 20%.

Bupati Serang Ibu Ratu Tatu Chasanah saat membuka sarasehan, menekankan pentingnya pengembangan SDM warga masyarakat Serang, Banten. Semua agar siap sebagai daerah yang mengutamakan pengembangan pariwisata, khususnya wisata religi dan sejarah.

Menurutnya, tantangan wisata halal di Serang, SDM dan masalah sampah menjadi yang utama.

“Kementerian Pariwisata akan membantu dalam promosi serta pengembangan destinasi dan sumber daya manusia. Masalah sampah harus segera diselesaikan, karena pariwisata itu harus bersih. Semua pihak harus turut serta dari level provinsi sampai desa,” kata Ratu Tatu.

Tanara merupakan salah satu tempat bersejarah pengembangan Islam di Banten. Di sanalah tempat kelahiran Syekh Kyai Muhammad Nawawi Bin Umar, tahun 1813, yang memiliki 115 kitab berisikan ilmu Tauhid, Fiqh dan Hadist serta menafsirkan kitab kuning.

Syekh Nawawi pun pernah menjadi Imam di Masjidil Haram, Arab Saudi dan menjadi guru Hasjim Asy’ari, pendiri Nahdlatul Ulama (NU).

Di Tanara, wisatawan bisa berkunjung ke berbagai destinasi. Seperti Masjid Agung Tanara, Pesantren An Nawawi, melihat cikal bakal pembangunan Islamic Center dan Sungai Cidurian yang bakal direvitalisasi sebagai destinasi wisata Tirta Kali Mati.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>