Kemenpar Sukses Mempromosikan Tanjung Kelayang di Beijing dan Shenyang

BEIJING – Sukses besar diraih program misi penjualan Kementerian Pariwisata (Kemenpar) di Tiongkok. Dari dua kota yang disambanginya, program ini berhasil meraih potensi penjualan sebanyak 4.125 paket wisata.

Menurut Asisten Deputi Pemasaran Internasional untuk Tiongkok, Vinsensius Jemadu, digelar pada 15 dan 17 Juli 2019. Misi penjualan ini dikhususkan untuk memasarkan Tanjung Kelayang sebagai salah satu dari 10 Destinasi Prioritas.

“Misi penjualan ini adalah untuk mempromosikan Pantai Tanjung Kelayang di Provinsi Bangka Belitung sebagai salah satu dari 10 destinasi wisata prioritas ke Pasar Tiongkok. Dengan itu kita semakin memberikan pilihan destinasi yang makin beragam bagi wisatawan asal Negeri Tirai Bambu ini,” ujar Vinsensius, Jumat (26/7).

Kesuksesan misi penjualan kali tidak lepas dari maksimalnya Kemenpar memanfaatkan momen. Tim Ahli Percepatan Pariwisata untuk Belitung Kemenpar pun ikut diboyong untuk merayu pasar Tiongkok. Mereka tampil mendampingi 9 perusahaan industri pariwisata Indonesia yang terdiri dari hotel dan travel agent.

“Kegiatan misi penjualan ini mempertemukan langsung industri pariwisata Indonesia dengan industri pariwisata Tiongkok. Konsepnya B2B (business to business). Sehingga secara baik seleuruh program yang ditawarkan terserap oleh pelaku industri pariwisata Tiongkok,” papar pria yang akrab disapa VJ itu.

Disatu sisi, pesona Tanjung Kelayang jelas tak terbantahkan. Destinasi ini merupakan salah satu pantai tercantik di Kabupaten Belitung. Hamparan pasir putih dan batuan granit di sepanjang pantainya selama ini mampu selalu menggoda wisatawan. Pantai ini juga menjadi destinasi favorit para turis untuk melakukan island hopping.

“Sebagai salah satu dari 10 destinasi wisata prioritas, Tanjung Kelayang jelas memiliki syarat mutlak untuk bisa menggoda wisatawan Tiongkok untuk semakin banyak datang ke Indonesia. Dengan itu target kunjungan 20 juta wisman ke Indonesia dapat tercapai,” kata VJ.

Hingga saat ini, Tiongkok sendiri masih menjadi pasar terbesar untuk pariwisata Indonesia. Tahun 2018, Indonesia menerima 15.8 juta wisatawan dari seluruh dunia termasuk wisatawan Tiongkok. Dimana Tiongkok berkontribusi sekitar 14%. Ini menjadikan Tiongkok sebagai salah satu penyumbang wisatawan terbesar bagi Indonesia.

Data terakhir menunjukan pergerakan wisatawan Tiongkok sangat baik. Pada periode Januari sampai Mei 2019, terdapat sekitar 882.900 wisatawan Tiongkok yang datang ke Indonesia. Torehan tersebut meningkat sekitar 2.26% dibandingkan periode yang sama di tahun 2018.

“Maka dari itu, kami mengadakan lebih banyak program misi penjualan untuk mempromosikan tidak hanya Bali tetapi juga 10 Destinasi Prioritas,” tutup VJ.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan jika Kemenpar akan terus memaksimalkan berbagai program di Tiongkok. Terlebih untuk memperkenalkan berbagai destinasi lain di Indonesia, Khususnya 10 Destinasi Prioritas. Dengan itu diharapkan akan lebih banyak turis Tiongkok yang mengunjungi destinasi- destinasi Indonesia.

“Manuver ini penting untuk memberikan pilihan lain dari berbagai destinasi unggulan yang kita punya. Pasar wisatawan Tiongkok itu sangan potensial, seluruh dunia mencoba masuk ke dalamnya. Kalau kita tidak aktif tentunya kita akan tertinggal. Kita akan terus dorong itu,” pungkas Menpar AY. (*)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>