Kelompok Tani Global di Padang Pariaman Rasakan Lonjakan Produktivitas Berkat Program RJIT

PADANG PARIAMAN – Kelompok Tani Global di Desa/Nagari Sunur, Kecamatan Nasa Baris, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat merasakan betul dampak program Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier (RJIT) Kementerian Pertanian (Kementan). Betapa tidak, produktivitas pertanian mereka mengalami  lonjakan yang cukup drastis. Jika sebelum adanya program ini produktivitas mereka 4,2 ton per hektar, setelah ada program RJIT produktivitas mereka melonjak menjadi 5,2 ton per hektar.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) menuturkan, salah satu manfaat program RJIT ini adalah memang meningkatkan produktivitas pertanian. Hal itu sebagaimana dirasakan oleh Kelompok Tani Global. “Itu adalah salah satu manfaat dari program RJIT ini, selain daripada mengatur pasokan air dengan baik. Tujuan akhir dari program ini adalah meningkatkan kesejahteraan petani,” ujar Mentan SYL.

Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan, Ali Jamil menerangkan, program RJIT ini ditujukan untuk mendongkrak produktivitas pertanian di daerah yang disasar. Melalui perbaikan saluran irigasi tersier diyakini Ali akan mampu mengatrol daya produksi petani. Sebab, selama ini air merupakan faktor penting bagi sektor pertanian yang keberadaannya perlu pengaturan dengan baik.

“RJIT ini bagian penting dari pengaturan air tersebut atau water management. Dengan program ini pasokan air yang menjadi kebutuhan mendasar pertanian dipasok dengan baik. Dengan begitu, budidaya pertanian petani akan berjalan dengan baik pula,” kata Ali.

Selain itu, salah satu manfaat penting lainnya adalah meningkatnya Indeks Pertanaman (IP) pertanian di suatu daerah yang disasar. Dengan meningkatnya IP pertanian, Ali percaya produktivitas juga akan meningkat, yang juga akan menaikkan pendapatan petani.

“Salah satu tujuan pembangunan pertanian kita adalah meningkatkan kesejahteraan petani. Program ini salah satunya berorientasi pada hal tersebut. Dengan RJIT kita berharap kesejahteraan petani akan meningkat,” harap Ali.

Direktur Irigasi Pertanian Ditjen PSP Kementan, Rahmanto menambahkan, secara teknis program RJIT untuk Kelompok Tani Global ini melayani areal persawahan seluas 40 hektar. Kondisi eksisting irigasi mengalami bocor di sepanjang saluran dan air tak sampai ke hilir saluran.

“Rehabilitasi ini menggunakan batu kali. Dampaknya menambah luas layanan 10 hektar, dari sebelumnya 30 hektar. Dampak positif program ini kegiatan pengairan menjadi lancar, aliran air sampai ke hilir saluran dan meningkatkan efisiensi irigasi,” terang Rahmanto.

Ketua Kelompok Tani Global, Hanifil Ikrar mengucapkan terima kasih atas sentuhan program RJIT Kementan. Program ini menurutnya amat bermanfaat tak hanya oleh kelompok taninya, namun juga bagi sektor lainnya. “Bagi kami sebagai petani tentu amat bermanfaat. Irigasi ini juga bisa dimanfaatkan oleh masyarakat lainnya yang memerlukan untuk perkebunan mereka, ternak mereka dan lain sebagainya,” kata dia.(*)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>