Gudeg Podomoro Wajib Dicoba Saat Solo Batik Carnival 2019

SOLO- Tak lengkap rasanya menyaksikan Solo Batik Carnival (SBC) tanpa menyantap kuliner khas Solo. Yang kebetulan nonton SBC, 27 Juli 2019, coba deh Gudeg Podomoro Relasi. Rasanya maknyuz. Harganya nggak bikin kantong bolong. Restorannya pun sangat mudah dicari lantaran ada di pusat kota.

Nama brandingnya memang unik. Ada embel-embel relasi di belakangnya.
Maklum, lokasinya ada di depan Toko Relasi, Kartasura, Sukoharjo.

Di Solo, Gudeg Podomoro sangat populer. Namanya ngehits dan banyak dicari orang. Tempatnya bersih. Layanannya ramah. Rasanya pun bikin ketagihan.

Nah, bagi yang ingin ke sana, silakan catat jam operasionalnya. Jam bukanya dimulai jam 21.00 sampai habis.

Tempat makannya? Sangat sederhana. Bisa dibilang, Jauh dari kesan mewah. Tapi, antriannya selalu mengular panjang. Pembeli pun harus pakai nomor antrian jika ingin makan di sana.

Jika tidak ingin mengantri atau menunggu malam, Gudeg Podomoro juga buka di siang hari. Jam operasionalnya dimulai pukul 12 siang sampai 21.00 malam. Silakan datang ke
tengah permukiman kawasan Makamhaji, Kartasura, Sukoharjo. Di sana, Anda bisa makan di rumah penjual langsung.

Lantas apa sih yang membuat Gudeg Podomoro Relasi banyak dicari orang?

Yang pertama, kkmbinasi Gudeg Podomoro berbeda dengan gudeg lainnya. Gudeg ini menggunakan kuah areh, sejenis santan kental, yang sudah dibumbui dengan bumbu khas. Santannya dimasak dengan waktu yang cukup lama sampai mengeluarkan minyak.

Penggunaan areh pada gudeg bertujuan untuk melengkapi rasa gudeg itu sendiri. Ciri khas gudeg yang manis, akan seimbang dengan gurihnya santan areh. Kuah areh kemudian diletakkan di atas gudeg.

Alasan kedua, lauk pauk yang disediakan sangat variatif. Mulai dari ayam pedas, ayam gurih, tempe, tahu, dan dadar telor. Semua siap disajikan dengan nasi panas. Ada juga segelas teh manis hangat yang siap menemani.

“Solo tak hanya dikenal akan seni dan budaya saja. Kulinernya khasnya pun melegenda, salah satunya gudeg,” tutur Ketua Tim Pelaksana CoE Kemenpar Esthy Reko Astuty.

Faktanya, gudeg sangat kental akan budaya. Menyantapnya seakan membawa ke dalam dimensi Jawa tempo dulu. Fksofinya sama dengan Solo Batik carnival yang juga mengangkat batik sebagai identitas Solo.

“Menyantap gudeg sambil nonton Solo Batik Carnival 2019 sangat recommended. Kuliner bercita rasa manis, gurih, paling enak dan selalu diminati food lover,” tuturnya.

Deputi Pemasaran I Kemenpar Rizki Handayani juga seirama. Menurutnya, Solo sangat identik dengan kota kuliner.

“Kuliner Solo kaya akan formasi makanan. Gudeg-nya paling dicari wisatawan. Jadibyang kebetuka. pas, menyaksikan Solo Batik Carnival, silakan hunting kuliner khas ini,” tuturnya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya juga ikutan bersuara. Baginya, kuliner Solo sangat istinewa. Kkmposisi bumbu, lama menanak, besarnya api, alat memasak, sampai derajat kematangan, itu diatur sangat pas.

“Anda boleh penasaran, juga boleh tidak percaya. Langsung datang dan buktikan sendiri.Mulut bisa salah berucap, lidah tidak bisa berbohong, Rasa tidak bisa ditipu. Kekuatan Solo sebagai Kota Pariwisata adalah karya budayanya. Dan kuliner sebagai salah satu produknya,” kata Mantan Dirut PT Telkom hobi blusukan mencari kuliner khas itu.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>