Finance Petani Mumpuni Berkat WI dan READSI Kementan

CIAWI – Kementerian Pertanian, melalui program Rural Empowerment Agricultural and Development Scaling Up Initiative (READSI), mengadakan pelatihan Master of Training bagi Widyaiswara di 10 UPT Pelatihan Pertanian. Pelatihan yang diselenggarakan secara offline di PPMKP Ciawi, juga disiapkan dalam sesi online.

Pelatihan Master of Training yang menyasar Widyaiswara kali ini berfokus pada pelatihan Rural Finance – literasi keuangan, dengan tujuan mampu meningkatkan pengetahuan dalam mendampingi petani dalam mengakses keuangan perdesaan.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, mengatakan Kementan akan terus berupaya mengawal ketahanan pangan.

“Hal ini sesuai arahan Presiden agar pertanian terus mengawal ketahanan pangan nasional. Pertanian dapat menjadi sektor yang berdampak pada kepentingan ekonomi nasional. Pertanian adalah sektor strategis dan salah satu pilar kekuatan negara,” tutur Mentan SYL.

Upaya Kementan mengawal ketahanan pangan, salah satunya dengan memaksimalkan program READSI.

READSI merupakan Program Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian yang menyasar petani di 6 Provinsi. Yaitu Kalimantan Barat, Nusa Tenggara Timur, Gorontalo, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara) dan 18 Kabupaten di dalamnya.

Menurut Kepala BPPSDMP, Dedi Nursyamsi, tujuan utama program READSI adalah meningkatkan penghidupan petani kurang mampu di daerah sasaran program.

“Selain itu, READSI juga mendorong keterlibatan perempuan, perbaikan gizi keluarga hingga dorongan untuk simpan pinjam lewat kelompok tani per komoditas,” katanya.

Ditambahkannya, selain memastikan ketahanan pangan, Kementerian Pertanian terus berupaya memastikan peningkatan Sumber Daya Manusia Pertanian terus tumbuh dan berkembang. Dengan SDM yang baik, diharapkan memajukan Pertanian Indonesia.

Dedi Nursyamsi juga menyatakan bahwa penting membangun SDM pertanian yang berkualitas. Dedi juga menegaskan bahwa semua harus siap untuk mengahadapi Industri 4.0 lewat penguatan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) di Kecamatan dalam pengimplementasian Kostratani.

“Dengan industri 4.0, detik ini juga saudara-saudara kita beda pulau bisa belajar. Gurunya bisa dari Bogor, atau dari Jakarta. Bahkan beberapa waktu lalu petani dari Sorong dan dari Jayapura melakukan presentasi, membagikan pengalaman bagaimana cara menanam ubi yang bagus melalui virtual,” tegasnya.

Kepala Pusat Pelatihan Pertanian BPPSDMP Kementan, Leli Nuryati, dalam acara pembukaan pelatihan Master of  Trainer di PPMK Ciawi, Senin (21/6/2021), menyampaikan jika READSI meningkatkan pengetahuan pagi penyuluh, petani di lapangan.

“Salah satunya pelatihan Rural Finance di lapangan bagi trainer yang akan melatih petani di lapangan. Tujuan jelas, untuk kesejahteraan petani di wilayah sasaran READSI,” ujarnya.

Yuli Widyatmanta selaku trainer berharap peserta pelatihan mampu memahami dengan baik tentang Kegiatan Keuangan Perdesaan Program READSI khususnya terkait dengan kegiatan training untuk petani.

Peserta juga diharapkan menguasai materi training dan bisa menyampaikan kembali kepada peserta TOT Penyuluh dan Fasilitator Desa. Peserta pelatihan diharapkan memiliki kapasitas memfasilitasi training sesuai tujuan literasi keuangan Program READSI.(*)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>