Fantastis! ISNC 2019 Diserbu Ratusan Ribu Wisatawan

SEMARANG – International Semarang Night Carnival (ISNC) 2019, Rabu (3/7) malam, hebih luar biasa. Ratusan ribu orang menyemut di Jalan Imam Bonjol – Udinus – Dafam hingga ke jalan Kapten Pierre Tandean. Jalan Pemuda juga sama. Nyaris tak ada ruang kosong untuk bergerak. Semua sudut dipenuhi lautan manusia dan pedagang kaki lima.

“Estinasinya dibanjiri ratusan ribu orang Rute 3 km full lautan manusia. Semarang jadi heboh luar biasa,” tutur Kadisbudpar Kita Semarang Indriyasari, Rabu (3/7) malam.

Kota Semarang yang ramai, disulap menjadi panggung catwalk. Semua sudut berubah jadi instagramable. Semua terlihat eye catching. Penuh warna dan layak posting di media sosial.

Venue jalanan Jalan Pemuda disetting
sangat ramah buat medis sosial. Semua pengunjung bisa selfie dan posting di medsos masing-masing. Kanan-kiri, atas-bawah, 360 derajat penuh dengan objek foto yang keren.

“Ada embel-embel internasonalnya loh. Ini sudah masuk tahun ketiga ada embel-embel International di depan Semarang Night Carnival,” tutur Wali Kota Semarang Hendar Prihadi.

Di edisi 2019, shownya tak hanya diisi penampilan fashion karnaval dari 98 kota. Ada juga China, Srilanka, Senegal, Korea, dan Taiwan yang ikut serta.

Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu juga ikutan sumringah. Tak ada kesan kecewa yang disiratkan orang nomor dua di Kota Semarang itu. Komentarnya sangat positif.
Wakil Wali Kota Semarang, “Ini karnaval terbesar dalam sejarah yang pernah digelar. Biasanya hany 600-an. Sekarang 4.128 peserta. Animonya luar biasa,” tuturnya.

Kementerian Pariwisata yang ikut mengirimkan tim ke Semarang juga ikut merespon positif.

“ISNC 2019 merupakan sebuah sebuah refleksi dari kayanya potensi pariwisata Semarang. Seluruh kekayaan budaya Semarang dan 98 kota dari seluruh Indonesia tersaji lengkap di sini. Dari mancanegara juga ikutan tampil. Ini luar biasa,” ujar Deputi Pemasaran I Kemenpar Rizki Handayani.

Asisten Deputi Pengembangan Pemasaran I Regional II Adella Raung mengatakan, SNC 2019 merupakan penguatan unsur atraksi dalam pengembangan pariwisata Kota Semarang.

Efek domino yang ditimbulkan ISNC pun bisa panjang. Selain mengangkat pariwisata, ISNC bisa membantu mengembangkan potensi kreativitas anak muda di daerah.

“Ini merupakan wadah anak anak muda Semarang yang penuh dengan ide dan kreativitas. Di ISNC anak muda tidak hanya menampilkan desain pakaian yang kreatif, namun juga sebagai penyampai pesan budaya dan sejarah. Dari Semarang dan 98 Kota di Indonesia untuk dunia,” ujar Asisten Deputi Pengembangan Pemasaran I Regional II Adella Raung.

“Jangan lupa, unsur 3A-nya Semarang sangat oke. Atraksi, amenitas dan aksesibilitas di Semarang sudah tidak diragukan lagi. Atraksinya pun sudah mulai mumpuni,” timpal Kabid Area Jawa Kemenoar Wawan Gunawan.

Menpar Arief Yahya turut memberikan penilaian. Bagi Marketeer of The Year 2013 versi MarkPlus itu, ISNC 2019 merupakan salah satu kekayaan parade karnaval di Indonesia.

Karenanya, ISNC diyakini menjadi jembatan antara kesenian tradisional dengan modern. Kreasinya juga bisa lebih diterima di panggung internasional.

“Kalau soal kreasi kostum karnaval, Indonesia memang juara. Dari Jember Carnival, Banyuwangi Ethno Carnival, Malang Carnival, Batik Solo Carnival, nama-namanya sudah mendunia. ISNC sangat keren menambah satu lagi karnaval berlevel global. Semarang keren,” ucap Menpar Arief Yahya. (*)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>