Embung Kementan Bantu Pertanian di Soppeng

SOPPENG – Melalui pembangunan embung, Kementerian Pertanian melalui Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP), melakukan pembanguan embung di Desa Manorang Salo, Kecamatan Marioriawa, Kabupaten Soppeng.

Embung yang dikerjakan secara swakelola oleh Kelompok Tani Tonrong Laitti, diharapkan bisa membantu meningkatkan produktivitas pertanian di Soppeng.

Harapan tersebut disampaikan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo.

“Untuk menjaga ketahanan pangan nasional, kita harus menggejot produktivitas. Kementerian Pertanian mendukung hal tersebut dengan membangun embung. Sehingga kebutuhan air untuk pertanian selalu tersedia, bahkan saat kemarau,” katanya, Senin (28/12/2020).

Dirjen PSP Kementerian Pertanian, Sarwo Edhy mengungkapkan hal serupa.

“Embung adalah bagian dari kegiatan padat karya. Embung memiliki banyak manfaat. Selain untuk pertanian, embung bisa juga dimanfaatkan untuk subsektor lainnya, seperti peternakan, perkebunan, dan lainnya,” katanya.

Sarwo Edhy juga berharap embung bisa memberikan manfaat lebih buat masyarakat petani.

“Jika dikelola dengan baik, embung bisa memberikan tambahan buat pendapatan petani, Yang artinya manfaat embung harus bisa dirasakan langsung masyarakat,” katanya.

Embung di Desa Manorang Salo, Kecamatan Marioriawa, Kabupaten Soppeng, mengairi lahan seluas 25 Ha, dengan memanfaatkan air dari mata air maupun air hujan.

“Sebelum adanya embung, produktivitas pertanian di tempat tersebut sekitar 5 ton/ha. Namun, angka ini meningkat sesudah hadirnya embung, yaitu menjadi 5,5 ton/ha,” katanya.

Para petani pun berharap bantuan embung dapat meningkatkan ekonomi petani disaat pandemi covid-19. Embung mulai dikerjakan Agustus 2020 dan selesai 26 Oktober 2020. Embung langsung dimanfaatkan untuk persiapan tanam periode Okmar 20/21.

Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura Perkebunan dan Ketahanan Pangan Soppeng, Fajar MMA, mengakui pembangunan embung turut berpengaruh terhadap produktivitas tanaman pangan.

“Berkat pembangunan embung dari Kementan, ada peningkatan produktivitas menjadi 5,5 ton/ha dan peningkatan indeks pertanaman menjadi 2 kali tanam,” katanya.(*)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>