Dua Hari Berjualan, Pedagang di Festival WI Atambua Laris Manis

ATAMBUA – Perubahan strategi Festival Wonderful Indonesia membuahkan hasil positif. Untung hingga jutaan rupiah. Hal ini dirasakan pedagang yang ambil bagian dalam Festival Wonderful Indonesia di PLBN Motaain, Atambua, Kabupaten Belu, Senin-Selasa (14-15/10).

Pada hari kedua, Selasa (15/10), Festival Wonderful Indonesia Atambua digelar bersamaan dengan hari pasar. Lokasinya di Pasar Motaain. Atau bersebelahan dengan venue Festival Wonderful Indonesia Atambua.

Pedagang aksesoris di Festival Wonderful Indonesia Santy mengakui penjualannya meningkat saat Festival Wonderful Indonesia digelar hari pasar.

“Kalau hari biasa kita ramai, tapi saat hari pasar seperti hari ini penjualan kita sangat meningkat. Lebih ramai. Dari tadi juga banyak yang mampir. Baik membeli atau sekadar melihat-lihat,” tutur Santy yang rajin mengikuti Festival Wonderful Indonesia.

Santy mengaku dalam sehari berjualan di Festival Wonderful Indonesia ia bisa mendapatkan Rp500.000 hingga Rp600.000.

“Kalau saat hari pasar ini saya bisa mendapat Rp600.000 lebih. Jadi dua hari ini saya sudah dapat Rp1.200.000. Itu baru dari penjualan aksesoris. Kalau kain ada yang terjual, saya bisa mendapat Rp2.000.000 sampai Rp3.000.000 kalau ikut festival ini,” papar Santy.

Dijelaskannya, penjualan ini melebihi penjualannya sehari-hari. Saat tidak ada Festival Wonderful Indonesia Santy mengaku mendapat Rp500.000 perhari.

“Saya tidak punya toko. Biasanya saya jual online, atau orang datang ke rumah saja. Seperti itu saja, karena sudah banyak yang tahu kalau saya berjualan aksesoris,” papar wanita yang berasal dari Kefamenanu itu. Satu set aksesoris buatannya dijual Rp60.000.

Hal tidak jauh berbeda disampaikan pedagangan pakaian bekas yang baru pertama kali mengikuti Festival Wonderful Indonesia, Hariadin Once.

“Saya biasa berjualan di Kefamenanu. Di Kefa sehari saya dapat sekitar Rp500.000. Di Festival Wonderful Indonesia bisa sampai Rp600.000 pas hari pasar,” jelasnya.

Menurutnya, pada hari pertama festival pembeli pakaian di tempatnya didominasi kaum pria. Sedangkan hari kedua lebih banyak ibu-ibu yang membawa anak.

“Mungkin karena ibu-ibu ini datang ke pasar membawa anak, jadi bisa sekalian mampir ke tempat kita. Rata-rata pakaian yang saya jual 50 pieces,” terang Hariadin lagi.

Asisten Deputi Pengembangan Pemasaran I Regional III Kemenpar Muh Ricky Fauziyani mengaku hal ini cukup meeggembirakan. Karena pedagang bisa merasakan impact dari event ini.

“Pedagang kita libatkan agar mereka bisa merasakan langsung impact dari festival. Dan setelah melakukan sejumlah penyesuaian, hasilnya terbukti sangat positif. Langsung dirasakan masyarakat. Inilah tujuan sebenarnya dari Festival Wonderful Indonesia,” papar Ricky, didampingi Kabid Pemasaran Area II Regional III Hendry Noviardi.

Sedangkan Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenpar Rizki Handayani mengatakan rangkaian Festival Wonderful Indonesia masih panjang.

“Masih ada sejumlah rangkaian yang akan kita gelar di beberapa tempat. Dari sini, Festival akan kita lanjutkan di PLB Napan, kemudian ke Malaka. Di PLBN Motaain pun masih akan kita gelar lagi. Jadi jangan sampai terlewatkan,” ajak Rizki.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan jika pariwisata bisa dinikmati semua pihak. Impactnya bisa langsung dirasakan masyarakat.

“Keuntungan dari pariwisata bisa langsung dinikmati masyarakat. Mereka bisa berjualan souvenir dan lainnya. Keuntungannya akan langsung dinikmati. Itulah keunggulan pariwisata,” papar Menteri asal Banyuwangi itu.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>