Dongkrak Sektor MICE, Kemenpar Bidik IMEX America 2019

Jakarta – Optimalisasi arus masuk wisman terus dikembangkan Kemenpar. Jalurnya terus diperkuat. Kali ini Kemenpar bersiap mengikuti Imex America 2019. Sebuah pameran khusus Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE) kelas dunia yang akan digelar di Sands Expo and Convention Center Las Vegas, 10-12 September 2019.

Menurut Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran II Kemenpar Nia Niscaya, pameran ini sangat strategis. Apalagi, target 2 juta wisman dibidik dari bidang MICE. Lewat ajang ini, Indonesia siap untuk meningkatkan segmen perjalanan mewah.

“Partisipasi Indonesia di IMEX America 2019 memberikan kesepakatan penuh bagi industri MICE. Karena kami akan bertemu para pengambil keputusan dengan daya beli kuat di salah satu pasar MICE terbesar di dunia. Dan tentunya kami akan menunjukkan jika Indonesia merupakan tuan rumah bertaraf internasional di bidang MICE, ”kata Nia, Rabu (4/9).

Nia menambahkan, Indonesia telah membuktikan diri menjadi tuan rumah acara-acara besar tingkat dunia. Dari mulai KTT ASEAN pada 2011, Forum Pariwisata ASEAN di 2012, serta KTT APEC 2013. Selain itu Indonesia juga berhasil menggelar Forum Ekonomi Dunia 2015, Konferensi Peringatan Asia-Afrika ke-60 pada 2015, dan juga Forum Ekonomi Islam Dunia (WIEF) 2016.

“Tahun lalu adalah tahun yang sibuk bagi Indonesia. Indonesia telah menyelenggarakan dua acara internasional besar. Ada Asian Games 2018 serta Pertemuan Tahunan Dana Moneter Internasional & Kelompok Bank Dunia yang sukses kami gelar. Ini menjadi nilai plus yang kami akan angkat,” papar Nia.

Bukan hanya itu, soal MICE Indonesia memiliki deretan kota top yang memiliki kapasitas mumpuni. Indonesia memiliki 16 kota tujuan yang siap untuk dijual untuk pasar MICE dengan keunikannya sendiri. Ada Jakarta, Bali, Bandung, Yogyakarta, Solo, Semarang, Surabaya, Lombok, Medan, Palembang, Padang, Batam, Bintan, Makassar, Manado, dan Balikpapan.

Untuk mengangkat itu semua, Kemenpar pun memboyong 14 Industri MICE Indonesia untuk melakukan penetrasi. Mereka akan berkolaborasi di paviliun Wonderful Indonesia dengan berbagai promosi yang ciamik.

Mengacu World Travel & Tourisme Council (WTTC) 2017, kontribusi revenue MICE mencapai 25% dari pergerakan wisatawan keseluruhan. Riil fisik wisatawannya hanya 3%, namun kemampuan spendingnya 3 kali lebih besar dari leisure. Untuk Indonesia, business traveler memiliki jumlah spending hingga 24,8% dari keseluruhan transaksi wisata.

“MICE memiliki market yang jelas. Seperti pemetaan potensi yang ditawarkan di IMEX Frankfurt 2019. Kami optimistis bisa memenangkan persaingan untuk menarik banyak event MICE ke Indonesia,” ungkap Nia.

Menteri Pariwisata Arief Yahya pun mendukung penuh keikut sertaan Indonesia. Karena jelas IMEX America 2019 selama ini selalu diikuti oleh pemain MICE dunia. Dengan keikut sertaan ini Menpar yakin pasar MICE Indonesia bakal makin dilirik.

“IMEX America 2019 harus dimanfaatkan. Selain potensi transaksinya, IMEX America 2019 memberi impact jangka panjang yang bagus. Selain fokus selling, kami juga kuatkan branding dan advertisingnya. Dengan begitu, setiap event pameran beserta potensinya bisa lebih dioptimalkan lagi,” tutup Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya. (*)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>