Dampingi Resonansi DPM dan DPA di Lebak, BPP Lampung Dukung Regenerasi Petani

Lebak – Balai Pelatihan Pertanian (BPP) Lampung menegaskan dukungannya terhadap regenerasi petani. Dukungan dilakukan dalam Rapat Koordinasi Resonansi Duta Petani Milenial dan Duta Petani Andalan, di Lebak, 16 Agustus 2021, lalu.

Resonansi Duta Petani Milenial (DPM) dan Duta Petani Andalan (DPA) pada tahun 2021 ditetapkan sebanyak 10 provinsi prioritas, yaitu Sumatera Barat, Banten, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Timur dan Sulawesi Selatan.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan regenerasi petani harus dilakukan.

“Regenerasi harus dilakukan. Sebab, masa depan pertanian Indonesia ada di petani-petani milenial,” tuturnya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi, mengatakan hal serupa.

“Lewat para petani milenial ini, kita berharap ada inovasi untuk memajukan pertanian. Banyak sektor dari pertanian yang bisa digarap, dan kita berharap petani-petani milenial bisa memanfaatkan hal tersebut,” katanya.

Terpisah, Kepala Balai Pelatihan Pertanian Lampung, Abdul Roni Angkat, mengatakan BPP Lampung siap menjadi Person in Charge (PIC) Unit Pelaksana Teknis Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian terkait kegiatan regenerasi petani milenial.

Abdul Roni menyampaikan, BPP Lampung selaku PIC pendamping Kebupaten Lebak, Provinsi Banten, menargetkan DPA dan DPM sebanyak 220 orang.

“Hingga hari ini, jumlah petani milenial yang  sudah terdaftar sebanyak 239 orang,” tuturnya.

Abdul Roni menjelaskan bahwa kegiatan ini diharapkan dapat mendorong petani milenial agar mampu membangun jejaring kerja pertanian nasional. Selain itu, petani milenial dapat meningkatkan kemampuan teknis dan wirausaha serta menumbuhkan wirausaha muda pertanian (agropreunership).

“Dengan adanya kegiatan resonansi DPA dan DPM ini diharapkan dapat ikut menopang pembangunan pertanian di Kabupaten Lebak,” tegas Abdul Roni.

Rapat koordinasi ini dihadiri juga oleh Kepala Dinas Pertanian dan perkebunan Kabupaten Lebak, Rahmat Yuniar, Plt. Sekretaris Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Lebak, Denny Iskandar, PIC BPPSDMP Kementerian Pertanian, Ismaya Parawansa dan Kepala BPTP Provinsi Banten, Kardiyono, serta Koordinator DPA dan DPM Wilayah Provinsi Banten, Rohmat.

Sebagai Kebupaten yang didampingi oleh Balai pelatihan Pertanian Lampung, Kabupaten Lebak berpotensi menjadi salah satu produsen penghasil produk olahan gula aren yang sudah menembus pasar ekspor ke Korea Selatan.

“Lebak juga berpotensi membantu perekonomian Indonesia. Kabupaten Lebak telah membudidayakan klon Aren unggul lokal.  Keunggulan Aren Unggul Lokal adalah umur produksi yang genjah dan telah disertifikasi oleh BPTP Banten. Usaha Olahan Gula Aren ini juga merupakan inovasi dari salah satu DPM yang sudah dikukuhkan oleh Pak Rohmat,” ujar Abdul Roni menutup pembicaraan. (Sft/FN).

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>