Ada Indonesia Incorporated di Festival Crossborder Sota 2019

SOTA – Jurus Indonesia Incorporated kembali ditunjukkan pariwisata Indonesia. Unsur pentahelix gabung jadi satu di border area Sota, Merauke. Semua solid menggabungkan kekuatan di Festival Crossborder Sota, Jumat, 28 Juni 2019.

Imigrasi, Pamtas, Danramil, Danlanal, Karantina, Muspida Kabupaten Merauke sampai artis Steven and Coconut Trees, semua kumpul di Sota, Merauke. Tujuannya sama. Semua ingin melambungkan brand Wonderful Indonesia di border area.

Tempat festivalnya istimewa. Spotnya ada di Lapangan Pattimura, Sota. Lokasinya tak jauh dari Pos Lintas Batas Sota, Merauke. Agenda Festival Crossborder itupun digelar begitu hangat.

Hadirnya Bupati Merauke Frederikus Gebze semakin menunjukkan semangat Indonesia Incorporated. Dalam sambutannya Bupati mendukung program even Crossborder yang digelar Kemenpar itu.

Bupati mengatakan, dirinya paham betul kekuatan promosi pariwisata di Border area. Peranannya diyakini sangat penting membawa nama Indonesia ke kancah dunia. Untuk itu Bupati sangat mengapresiasi dukungan besar yang diberikan oleh Menpar Arief Yahya terhadap perkembangan pariwisata dari batas negara.

“Terimakasih untuk Kemenpar. Semua diajak berkolaborasi membangun dari perbatasan. Ini sangat wonderful karena ada multiflyer effect yang menggerakkan ekonomi di perbatasan,” ujar Bupati Gebze, Jumat (28/6).

Nada sama juga disuarakan Menpar Arief Yahya. Baginya, Indonesia Incorporated harus jalan. Semua stakeholder harus kerja bareng untuk memajukan pariwisata Indonesia
“Harmoni dan sinergi bukanlah pilihan, tapi keharusan,” ujar Menpar Arief Yahya, Jumat (28/6).

Mantan Dirut Telkom itu ingin membangun pariwisata secara bergotong royong, berbagi peran, dan maju bersama dalam kebersamaan. Ibarat bermain simponi orkestra, nada Wonderful Indonesia akan menghasilkan terdengar indah, jika dimainkan bersama-sama dalam satu kesatuan.

Kapan celo dan violin digesek, kapan piano dimainkan, kapan klarinet dan saksofon ditiup, semuanya diatur dan diselaraskan oleh sang conductor. Nah, orkestra pariwisata Indonesia akan menghasilkan “nada yang indah” jika diharmonisasikan dan disinergikan dengan cantik.

“Itu sebabnya tajuk Festival Crossborder Sota 2019 adalah Indonesia Incorporated. Sinergi untuk menghasilkan output yang luar biasa. Kata kuncinya adalah Indonesia Incorporated,” timpal Deputi Pengembangan Pemasaran Zona I Kemenpar Rizki Handayani.

Asisten Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Regional III Kementerian Pariwisata Ricky Fauziyani ikut mengamini. Baginya, memajukan sektor pariwisata tak bisa bergerak sendirian. “Untuk mewujudkan pariwisata menjadi core economy Indonesia, sektor ini harus dikeroyok rame-rame. Tanpa sinergi stakeholder yang ada di dalam konsep pentahelix akademisi, bisnis, government, community dan media,” tutur Ricky.

Artinya, seluruh unsur Pentahelix terus diajak bahu-membahu dan bergotong-royong untuk memperjuangkan pariwisata Indonesia. Semua diarahkan untuk menciptakan Sources of Synergy yang disingkat dengan 3S-3B. Size getting Bigger, Scope getting Broader, dan Skill getting Better.

“Jadi, melalui Indonesia Incorporated kita akan “Bigger-Broader-Better together”. Jika kita maju serentak dan solid, maka kemenangan demi kemenangan bisa kita wujudkan,” ucapnya.(*)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>